Detail Berita

Rakor Posbindu SMARThealth Secara Daring

Rakor Posbindu SMARThealth Secara Daring

 

Lewat whatsapp, Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengundang Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), penanggung jawab program PTM (Pj PTM), perawat desa, kader SMARThealth, dan Tim SMARThealth UB dalam rapat koordinasi (rakor) Posbindu SMARThealth melalui Zoom meeting, pada Rabu (10/11) pukul 12.30 WIB.

 

Rakor diadakan terkait dengan akan adanya kegiatan dokter muda di Posbindu SMARThealth di Kabupaten Malang. Di penghujung tahun 2021, para dokter muda itu akan berkegiatan di lima desa, yaitu Sepanjang, Majangtengah, Sukolilo, Kendalpayak, dan Karangduren, selama tiga kali dalam tiga minggu. Oleh karena itu, yang diundang dalam Zoom meeting ini adalah 4 Pj PTM Puskesmas (Gondanglegi, Pamotan, Wajak, Pakisaji), 5 perawat desa, dan kader SMARThealth dari 5 desa tersebut. 

Acara Zoom meeting dimulai pada pukul 12.35 WIB dan dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Di awal, Paulus mengatakan bahwa tujuan dari rakor ini adalah agar terjadi sinkronisasi antara desa dengan FKUB yang akan mengirim para dokter muda itu.

Kemudian dr. Holipah, Ph.D dari FKUB mengungkapkan dalam rakor, bahwa akan ada kegiatan dokter muda selama tiga minggu di lima desa SMARThealth. Tiga minggu itu dirinci dengan identifikasi masalah dan intervensi.

Dr. Harun Al Rasyid, MPH membenarkan akan hal itu dan menegaskan bahwa untuk intervensi tersebut nantinya akan tergantung dengan kondisi desa masing-masing. Kemudian dr. Holipah, Ph.D menambahkan dalam penjelasannya bahwa kegiatan dokter muda di FKUB setiap bulan akan ada sesuai dengan stase di Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM).

Stase merupakan bagian yang harus dilalui oleh para dokter muda dalam mengembangkan keilmuannya. Stase dengan menggunakan desa SMARThealth ini agar supaya terjalin kesinambungan antara FKUB dan Dinkes selama ini.

Pada kesempatan ini, Kasi PTM dan Keswa berharap bahwa dalam 3 minggu itu, minggu pertama digunakan untuk melakukan skrining faktor risiko PTM di Posbindu kelima desa tersebut. Kemudian minggu kedua, dilakukan follow up bagi warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi. Sedangkan, minggu ketiga digunakan untuk penilaian hasil intervensi dari faktor risiko yang telah diintervensi itu.

Setelah itu, acara Zoom meeting ini dilanjutkan dengan diskusi mengenai pelaksanaannya terkait dengan agenda yang rinciannya adalah tanggal 15 sampai 20 November untuk mengadakan kegiatan Posbindu SMARThealth dengan melakukan skrining faktor risiko PTM, tanggal 22 sampai 2 November untuk follow up, dan tanggal 29 sampai awal Desember digunakan untuk intervensi berupa penyuluhan atau promkes.

Dari hasil diskusi itu, kelima desa menyetorkan jadwal kegiatan Posbindu SMARThealth di tengah padatnya tuntutan vaksinasi. Majantengah dan Karangduren pada hari Selasa (16/11), Kendalpayak dan Sukolilo pada hari Kamis (18/11), dan Sepanjang pada hari Sabtu (20/11).

Di akhir Zoom meeting, FKUB mengucapkan terima kasih kepada Dinkes yang telah memfasilitasi Zoom meeting ini dan kerja sama dalam kegiatan ini kepada para hadirin serta mohon maaf kalau penyelenggaraan Zoom meeting ini terlalu mendadak.

Zoom meeting yang dilakukan dari instansi maupun desa SMARThealth ini selesai pada pukul 13.14 WIB dengan lancar. 

Sumber : P2PTM Dinkes Kab Malang

Berita Lain