Detail Berita

Rakor Lintas Sektor dan Sosialisasi SMARThealth di Puskesmas Donomulyo

Hari Kamis (08/09/2022), Kepala Puskesmas (Kapus) Donomulyo dan Camat Donomulyo mengundang pemangku kepentingan (stakeholder) pelaku pembangunan se-Kecamatan Donomulyo untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor dan Sosialisasi SMARThealth di Ruang Taruma Negara Lantai 2 Puskesmas Donomulyo yang beralamatkan di Jalan Raya Donomulyo No. 343 Dusun Donomulyo RT 07 RW 02 Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Rakor Lintas Sektor diadakan dalam rangka mewacanakan pelaksanaan Gerakan Bersih Tata Lingkungan Donomulyo (Gesit Mulyo), sedangkan Sosialisasi SMARThealth dilaksanakan untuk advokasi program Posbindu SMARThealth (Systematic Medical Appraisal, Referral and Treatment health) atau Sistem Layanan Dasar untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dan pengelolaan penyakit jantung berbasis teknologi Android dalam rangka pencegahan dan pengendalian PTM.

Rakor Lintas Sektor dan Sosialisasi SMARThealth ini, selain diikuti 10 desa (Donomulyo, Sumberoto, Purworejo, Purwodadi, Mentaraman, Tempursari, Tlogosari, Kedungsalam, Banjarejo, Tulungrejo), juga dihadiri Polsek, Koramil 0818/11, Korwil Diknas, KUA, Balai Penyuluh Pertanian, PPLKB, SMPN 01, SMPN 02, SMP Islam, SMK Islam, SMK Muhammadiyah 06, SMA Taman Siswa, BRI, Bank Mandiri, MWC NU, PC Muhammadiyah, Gereja Paroki, dan UPTD Pengelolaan Pasar di wilayah adminstratif Kecamatan Donomulyo, serta Tim SMARThealth Universitas Bawijaya (UB). Undangannya sekitar 45 orang.

 

Sambutan Kepala Puskesmas Donomulyo

 

Acara ini dimulai pada pukul 09.45 WIB. Master of Ceremony (MC) Iwan Yuyanto, S.E. (PJ Jejaring dan Jaringan Puskesmas Donomulyo) mengawali meminta semua peserta memasuki Ruang Taruma Negara, dan menyambutnya dengan ucapan terima kasih atas kehadirannya.

Kemudian MC meminta operator untuk memutar video safety briefing Puskesmas Donomulyo. Safety briefing merupakan prosedur keselamatan yang ditujukan bagi pasien, pengunjung dan petugas Puskesmas Donomulyo. Potensi bahaya di Puskesmas adalah kebakaran dan gempa jika melihat asap atau api yang mulai menyala jangan panik dan tetap tenang.

Usai pemutaran video safety briefing, MC meminta seluruh hadirin untuk berdiri guna menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Yulia Ekaviana, S.KL, seorang petugas kesehatan lingkungan dan staf tata usaha Puskesmas Donomulyo).

 

Sosialisasi SMARThealth dari Dinkes Kabupaten Malang

 

Selesai itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kapus Donomulyo dr. Nur Eko Muhamad Samsudi. Dalam sambutannya, Kapus mengatakan bahwa pertemuan lintas sektor baru pertama kalinya sejak ia bertugas di Puskesmas Donomulyo mulai Januari 2022. Sebelumnya, dr. Nur Eko adalah Kapus Sumberpucung.

 

Diakui oleh Kapus, meski tahun ini ada peningkatan capaian skrining PTM menjadi 33% namun hal itu masih jauh dari target. Oleh karena itu, Puskesmas Donomulyo menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dalam Sosialisasi SMARThealth.

Banyak capaian Puskesmas Donomulyo yang belum tercapai. Nanti akan ada staf Puskesmas yang turun ke desa jumpai Kepala Desa (Kades) untuk membahas dan mencari solusi guna pemenuhan target capaian SPM, baik PTM, ODF, stunting maupun Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Semua yang menyangkut kesehatan akan disinergikan termasuk dengan Gesit Mulyo, karena Gesit Mulyo sesungguhnya terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

Sesudah sambutan Kapus, diteruskan dengan arahan dari Camat Donomulyo Ir. Ahmad Wahyudi, M.M. Menurut Camat Wahyudi,  ada 3 pilar pelaku pembangunan, yakni pemerintah (umaro), ulama (tokoh agama/masyarakat), dan pengusaha/instansi swasta. Ketiganya harus terjadi sinergisitas.

Tanggal 28 Juli 2022 Bupati Malang melaunching program Kabupaten Malang Bersih Menuju ASEAN Environmentally Sustainable City, Bersih Lingkungan Berkelanjutan. Berhubungan dengan itu semua, Bupati Malang mewajibkan semua kecamatan untuk mendukungnya. Bupati akan melakukan penilaian terhadap semua kecamatan dan akan memberikan reward: kategori kecamatan terbersih dan kategori kecamatan terjorok.

 

              
Peserta Rakor Lintas Sektor se-Kecamatan Donomulyo dan Sosialisasi SMARThealth

 

Dalam mewujudkan itu, Camat Wahyudi membuat Gerakan Bersih Tata Lingkungan Donomulyo (Gesit Mulyo). Singkatan Gesit Mulyo inilah yang dijadikan jargonnya. Jargon adalah kata-kata untuk membangkitkan semangat. Gesit itu lincah, kuat dan cepat, sedangkan Mulyo itu indah, anggun berwibawa.

Agar supaya Gesit Mulyo berhasil, setelah tersusun struktur dan Surat Keputusan (SK) maka tinggal diwujudkan dalam tindakan nyata agar supaya Kecamatan Donomulyo menjadi kategori kecamatan yang bersih.

Pukul 10.38 WIB acara diisi dengan pemaparan materi dari narasumber Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Kesehatan Jiwa (PTM Keswa) Dinkes Kabupaten Malang, dengan judul “Program SMARThealth sebagai Upaya Pengendalian dan Pencegahan PTM Kecamatan Donomulyo di Kabupaten Malang.”

Pada kesempatan itu, Paulus menjelaskan keunggulan SMARThealth, yaitu inovatif, sederhana berbasis teknologi smartphone murah; dapat dilaksanakan oleh kader kesehatan terlatih didampingi tenaga kesehatan; sistem pengambilan keputusan klinis berbasis elektronik menjadi 3 kategori (tinggi, seang dan rendah); dan berbasis bukti, kualitas yang terkontrol, dengan biaya terjangkau.

Lebih lanjut, Paulus memberikan gambaran road map pengembangan pelayanan jantung, regulasi peraturan pendukung program SMARThealth, kewenangan lokal berskala desa terkait bidang kesehatan, Perbup No. 31 Tahun 2021 tentang Posbindu SMARThealth, dan keberlanjutan pengambangan program SMARThealth target tahun 2030.

Usai paparan Kasi PTM Keswa, disambung dengan pemaparan materi 2 dari narasumber Nurhamidah, A.Md. Gz , seorang penanggung jawab Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Donomulyo, dengan titel “Analisa Capaian Program Kesehatan.”

 

                          
Penanggung jawab UKM  memaparkan Analisa Capaian Program Kesehatan Puskesmas Donomulyo

 

Dalam paparannya, Nurhamidah mengetengahkan proses capaian yang telah dilakukan Puskesmas Donomulyo dalam mengimplementasikan standar pelayanan minimal terhadap semua pelayanan kesehatan yang ada.

Pukul 11.53 WIB acara diteruskan dengan diskusi tanya jawab. MC membaginya ke dalam dua sesi di mana setiap sesinya diberi kesehatan untuk 3 penanya. Pertanyaan pada sesi 1 datang dari Siti Chotija (KUA Donomulyo), Sukamto (SMK Muhammadiyah 06 Donomulyo), dan Solin Zainul K (SMPN 01 Donomulyo). Sedangkan, pertanyaan pada sesi 2 berasal dari Misdi (Desa Kedungsalam), Nuryadi (Kades Tulungrejo), dan Nanang Triswoko (Desa Tempursari).

Untuk penanya 1 hingga 5 dijawab langsung oleh Camat Wahyudi. Sementara itu, untuk penanya ke-6 dijawab oleh Kasi PTM Keswa Dinkes karena pertanyaannya terkait bagaimana pendanaan yang harus dikeluarkan oleh desa untuk mengimplementasikan Posbindu SMARThealth di desa.

 

                                          
Camat Donomulyo bubuhkan tanda tangan penggalangan komitmen mendukung kegiatan SMARThealth di Kecamatan Donomulyo

 

Selesai diskusi, acara berikutnya adalah closing statement dari Camat Donomulyo. Dalam closing statement, Camat Wahyudi mengatakan akan segera membentuk Tim Koordinasi untuk Gesit Mulyo. Tugasnya sederhana yaitu merumuskan agar supaya Kecamatan Donomulyo itu bersih dengan membentuk Pokja/Tim Teknis Desa. Dalam merumuskan itu tentunya perlu komunikasi dan koordinasi.

Setelah itu, Camat Wahyudi langsung memimpin penandatanganan penggalangan komitmen mendukung kegiatan SMARThealth di Kecamatan Donomulyo, dan komitmen peningkatan mutu serta kinerja lintas sektor Kecamatan Donomulyo tahun 2022.

Mengakhiri Rakor Lintas Sektor dan Sosialisasi SMARThealth ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Parkanudin dari Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Donomulyo. Setelah mengamini doa, semua peserta rakor dan sosialiasi diminta untuk menikmati makan siang yang telah disediakan di meja luar Ruang Taruma Negara dengan aneka menu. Ada nasi putih, sayur asam, pepes tongkol, tempe bacem, bakwan jagung, dan karak. Buahnya yang berada di meja terpisah, terlihat ada potongan semangka dan jeruk keprok.

Sumber : P2PTM Dinkes Kab Malang

Berita Lain