Detail Berita

Antusiasme Bapak-Bapak dalam Giat Posbindu SMARThealth di Desa Sukolilo

Antusiasme bapak-bapak dalam giat Posbindu SMARThealth di Desa Sukolilo memang patut diacungi jempol. Dari sejumlah kegiatan Posbindu PTM yang ada di Kabupaten Malang, baru hari ini menjumpai kehadiran bapak-bapak melebihi ibu-ibu.

Menurut pemegang program PTM Puskesmas Wajak Nurul Hidayati, A.Md. Kep., hal ini tidak terlepas dari peran Kepala Desa Sukolilo Joni Arifin dalam mengundang Ketua RT dan RW yang ada di Desa Sukolilo untuk menghadiri giat Posbindu SMARThealth yang diselenggarakan di Pendopo Desa Sukolilo “Sari Inten” yang beralamatkan di Jalan Diponegoro No. 10 Dusun Napel RT 03 RW 01 Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (30/03/2021).

Dari 75 undangan yang disebar di lingkungan RT 01 RW 01 dan seluruh Ketua RT/RW se-Desa Sukolilo, hadir sebanyak 64 orang dengan rincian laki-laki 36 orang, dan perempuan 28 orang. Mereka berdatangan ke pendopo Balai Desa guna melakukan pemeriksaan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang diadakan di desa itu.

Acara giat Posbindu SMARThealth ini dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan diisi penyuluhan kesehatan oleh Koas Taufik dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA). Tema penyuluhannya adalah mengenai hipertensi dan penyakit tidak menular (PTM) lainnya. Setelah itu baru dilakukan pemeriksaan atau skrining deteksi dini faktor risiko PTM terhadap warga yang menghadiri giat Posbindu SMARThealth tersebut.

Seperti giat Posbindu PTM pada umumnya, mereka yang hadir akan melalui sejumlah meja pemeriksaan. Mereka akan mengawali menuju ke meja registrasi. Di meja ini, warga akan melakukan pendaftaran dengan menunjukkan KTP atau KK kepada kader SMARThealth Puput Endang Setiyowati, dan mengisi buku hadir.

Dari situ, kemudian warga akan diukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut oleh kader Posbindu Halimatus Sa’diyah, dan hasil pengukurannya dicatat oleh kader Posbindu Khusnul Khotimah yang menyertai kader Halimatus Sa’diyah.

Setelah pengukuran tersebut, warga akan menuju ke meja skrining. Di meja skrining ini terdapat 2 koas dari FK UNISMA. Koas atau coass atau co-assistant adalah sebuah istilah yang disematkan bagi seorang dokter muda yang telah menyelesaikan pendidikannya di perkuliahan. Seorang koas kedokteran memang dibutuhkan demi terciptanya bibit dokter yang unggul yang siap untuk menjalani kesehariannya menjadi seorang dokter kelak.

Kedua koas itu adalah Elsa dan Salsa yang membantu kader SMARThealth melakukan skrining berdasarkan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM (Sesuai Offline Puskesmas) dan juga melakukan wawancara dengan menggunakan Kuesioner Penelitian Kepatuhan Terapi pada Pasien Hipertensi.

Dari meja skrining ini, warga sambil membawa Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM melanjutkan langkah menuju ke meja pengukuran tekanan darah. Di meja itu dijumpai kader SMARThealth Khoirutul Lutfi yang bertugas mengukur tensi warga. Hasilnya dituliskan di Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Usai diukur tensinya, warga bergeser tempat duduknya ke arah timur. Di situ sudah menunggu kader SMARThealth Sofi’iyah yang akan memberikan layanan pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Hasil pengukuran gula darah maupun kolesterol dicatatkan di dalam Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM.

Dari meja laborat itu, warga kemudian mengantri ke meja konseling dan terapi. Di meja itu ada dr. Intan Putri Hadiyanti dari Puskesmas Wajak yang didampingi oleh Koas Taufik dari FK UNISMA. Warga akan mendapatkan konseling dan terapi dari dr. Intan. Bila mengindikasikan memiliki faktor risiko tinggi (highrisk), warga akan diberikan obat yang disiapkan oleh Koas Taufik.

Dari meja konseling dan terapi ini, rangkaian pemeriksaan kepada setiap warga berumur 15 tahun ke atas berakhir sudah. Dari sini kemudian warga diperbolehkan pulang. Tapi tidak begitu halnya dengan Kartu Skrining Kesehatan Posbindu PTM. Kartu ini akan berakhir di meja entry data dengan menggunakan aplikasi eKader yang dilakukan oleh kader SMARThealth Lailiatul Nikmah dan Wiwin Hidayati serta didampingi oleh perawat Desa Sukolilo Fahazzah Indra Lukmana, A.Md. Kep.

Dari 64 warga yang hadir dalam giat Posbindu SMARThealth di Desa Sukolilo ini berhasil diinput dalam aplikasi eKader sebanyak 59 skrining warga, dan hasilnya juga langsung bisa dilihat di ePuskesmas menjadi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sedangkan yang 5 orang tidak bisa melanjutkan pemeriksaan hingga tuntas karena ada keperluan lainnya.

Dalam masa pandemi COVID-19 dan sebagai giat Posbindu SMARThealth yang perdana di Desa Sukolilo, jumlah yang periksa tersebut sudah tergolong cukup banyak karena telah melebihi 50 orang.

(Sumber : P2PTM Dinkes Kab Malang)

Berita Lain