Berita Terkini

Dari SMPN 3 Singosari Indonesia Kedepan Bebas Korupsi
13-02-2013 01:56

Singosari (22/09) ? Pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini membuat Duta Universitas Indonesia dan Kementrian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencanangkan pendidikan antikorupsi mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Singosari (22/09) – Pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini membuat Duta Universitas Indonesia dan Kementrian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencanangkan pendidikan antikorupsi mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Acara yang digelar pada hari Sabtu (22/09) ini, bertempat di SMPN 3 Singosari Kab. Malang. Kegiatan yang dimotori langsung oleh Yayasan Kendedes 88 ini, adalah merupakan bentuk sikap masyarakat terutama alumni SMPN 3 Kab Malang angkatan tahun 1988, terhadap pemberantasan korupsi.
\n
\nHadir dalam acara tersebut Bupati Malang H. Rendra Kresna mendampingi Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Prof. Eko Prasojo dan Dr. Dewi Aryani, M.Si anggota DPR RI komisi VII Fraksi PDI Perjuangan sekaligus DUTA Universtas Indonesia (UI) untuk Reformasi Birokrasi serta Gubernur Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Konsultan Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
\n
\n“Praktek korupsi sangat merendahkan harkat dan martabat bangsa indonesia,” kata Bung Rendra sapaan akrab Bupati Malang . Hal ini dibuktikan bahwa Indonesia termasauk salah satu tingkat korupsi terbesar di dunia”. Menurut Bung Rendra perlu adanya inovasi untuk memutus mata rantai tersebut “Salah satu inovasi tersebut adalah dengan memasukkan kurikulum pencanangan anti korupsi kepada tingkat sekolah menengah, karena dengan pendidikan anti korupsi tentunya akan membantu memutus mata rantai korupsi di negeri ini”. Tutur Bung Rendra.
\n
\nBung Rendra juga menambahkan bahwa, kegiatan ini perlu sebuah dukungan,” Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, agar pencangan pendidikan antikorupsi ini segera dilaksanakan.” Imbuhnya.
\n
\nMenurut Dewi Aryani saat memberikan sambutan sekaligus sosialisasi tentang korupsi, mengatakan  problem kehidupan berbangsa dan bernegara paska merdeka 67 silam terus meningkat. Sehingga, tujuan-tujuan bernegara yang tertuang dalam konstitusi belum secara optimal diwujudkan. Pasalnya, masih banyak ketimpangan pembangunan dan kesenjangan sosial. Selain itu, keadilan dan kesejahteraan rakyat pun belum sepenuhnya dapat di wujudkan.
\n
\n"Banyak faktor ikut mempengaruhi, yang berkontribusi penting adalah korupsi. Merebaknya korupsi di hampir semua sendi kehidupan formal politik, pemerintahan, hukum, dan lain-lain, bahkan seakan-akan sudah membudaya dalam masyarakat kita," kata Dewi
\n
\nHal ini, lanjut Dewi, secara tidak sadar membuat masyarakat menerima kondisi buruk ini. Implikasi dari semua tindakan itu banyak sumber-sumber kekayaan alam belum bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, karena korupsi sudah menjadi penyakit kronis.
\n
\n"Harus segera di cari solusinya, diantaranya adalah perbaikan sistem, mekanisme, prosedur (melalui reformasi birokrasi dalam pengertian yang formal), dan segera memperbaiki mentalitas, budaya, mindset bahwa korupsi harus menjadi musuh bersama," jelasnya.
\n
\nPerubahan-perubaha tersebut bisa diwujudkan melalui pendidikan dini anti korupsi (internalisasi-internalisasi nilai-nilai incorruptibility). "Budaya tidak korup dimulai dari keluarga, pendidikan dasar, menengat, atas dan perguruan tinggi. Tidak saja dari design kurikulum formal tapi bisa juga di laksanakan sebagai kebiasaan non formal disekolah," tambah Dewi
\n
\nDewi berharap, SMPN 3 Singosari menjadi rool Model yang bisa dijadikan contoh Sekolah-Sekolah Lain. Terlebih, pencanangan ini mendapat dukungan penuh Bapak Bupati Malang H. Rendra Kresna. “Saya berharap, berawal dari SMPN 3 Singosari Kab. Malang ini, Indonesia kedepan bisa bebas dari korupsi" ungkap anggota DPR RI ini.
\nWamen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Eko Prasojo saat diberi kesempatan untuk memberikan gambaran tentang korupsi mengatakan Pendidikan anti korupsi sangat penting diberikan sejak dini. Bahkan, sejak masuk Sekolah Pendidikan korupsi pun bisa diberikan.
\n
\nMenurut Eko korupsi tidak saja dilakukan para Eksekutif, banyak pelaku korupsi juga dari Legislatif. Jika korupsi tidak diberantas, maka akan terus mendarah daging. "Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk melakukan pemberantasan. Mulai menghukum Koruptor, hingga terus mensosialisasikan anti korupsi hingga ke pelosok Negeri. Namun hal tersebut tidak cukup untuk  menghindarkan kita dari korupsi, perlu adanya dukungan dan inovasi dalam memberantas korupsi, salah satunya adalah apa yang sudah dilakukan oleh yayasan kendedes 88 Malang pada hari ini,” katanya.
\n
\nDiakhir kegiatan tersebut didklerasikan yayasan kendedesan 88 dengan ditandai penyerahan Seragam dari Ketua yayasan kepada Bupati Malang H.Rendra Kresna, Wamen Eko Prasojo, dan Duta UI untuk Reformasi Birokrasi Dewi Aryani. Kemudian juga, diberikan beasiswa kepada tiga siswa SMPN 3 Singosari yang telah berprestasi, serta peresmian ruang workshop Pendidikan Teknologi Dasar (PTD).  (Humas/Kus)
\n